Ilmu batinah tdk bisa diukur
Kamis 10 April 2014
==============
Kedalaman ilmu batiniah seseorang tidaklah bisa diukur, hanya bisa ditaksir dan diprediksi sedalam apa penyelamannya. Itu karena batin adalah samudra tanpa dasar, yang tak ada penghabisannya bilamana diselami. Akan tetapi orang yang menyelam lebih dalam akan tahu dan mengerti orang yang penyelamannya lebih dangkal, sbb ia telah melewati tempat/jalur2 penyelaman itu, dan faham siapakah yang akan kandas disuatu titik tertentu, melihat dari gaya mereka menyelam. Adalah perkara batiniah memang tidak sama dgn perkara lahiriah, lahiriah adalah kecendrungan untuk memoles tampilan luar dan chasingnya. batiniah itu kecendrungan mendahulukan kualitas mesinnya.
Perkara batiniah adalah perkara yang berat. setiap orang memiliki wadahnya masing-masing. tak boleh memaksakan diri trhadap apa yang bukan jatah haknya. harus tekun dan sabar. menanyakan sampai mana perjalanannya, adalah pertanyaan bodoh, sbb itu lambang ketidaksabaran. Terus saja berjalan. yang tidak banyak tengak tengok dan membandingkan sana sini akan lebih cepat sampai. yang terlalu suka membanding bandingkan akan kandas, sbb ia selalu tertipu oleh ilmu, yg dikejar adalah ilmu bukan pemilik ilmu. pdhl ilmu itu masih level sifat. dan kebanyakan ilmu itu jg masih didapat dari hasil memuja asma', masih tataran asma'/wirid.
==============
Kedalaman ilmu batiniah seseorang tidaklah bisa diukur, hanya bisa ditaksir dan diprediksi sedalam apa penyelamannya. Itu karena batin adalah samudra tanpa dasar, yang tak ada penghabisannya bilamana diselami. Akan tetapi orang yang menyelam lebih dalam akan tahu dan mengerti orang yang penyelamannya lebih dangkal, sbb ia telah melewati tempat/jalur2 penyelaman itu, dan faham siapakah yang akan kandas disuatu titik tertentu, melihat dari gaya mereka menyelam. Adalah perkara batiniah memang tidak sama dgn perkara lahiriah, lahiriah adalah kecendrungan untuk memoles tampilan luar dan chasingnya. batiniah itu kecendrungan mendahulukan kualitas mesinnya.
Perkara batiniah adalah perkara yang berat. setiap orang memiliki wadahnya masing-masing. tak boleh memaksakan diri trhadap apa yang bukan jatah haknya. harus tekun dan sabar. menanyakan sampai mana perjalanannya, adalah pertanyaan bodoh, sbb itu lambang ketidaksabaran. Terus saja berjalan. yang tidak banyak tengak tengok dan membandingkan sana sini akan lebih cepat sampai. yang terlalu suka membanding bandingkan akan kandas, sbb ia selalu tertipu oleh ilmu, yg dikejar adalah ilmu bukan pemilik ilmu. pdhl ilmu itu masih level sifat. dan kebanyakan ilmu itu jg masih didapat dari hasil memuja asma', masih tataran asma'/wirid.



0 Response to "Ilmu batinah tdk bisa diukur"
Posting Komentar