Hidup Tanpa Bayangan

Hidup Tanpa Bayangan

Rabu 4 Juni 2014
===========
Hidup tanpa bayangan
==========================

Ada dua buah pengaturan:

1. Pengaturan Allah
2. Pengaturan manusia sendiri

Jika manusia itu menyandarkan dirinya pada pengaturannya sendiri, lalu dia hidup atas inisiatif2nya pribadi, maka dia bergerak dalam aturannya sendiri, dia akan dibebankan banyak sekali dilema, rasa pusing ini pusing itu, stress dan tekanan batiniah.

Jika manusia sudah mulai melatih diri untuk hidup atas pengaturan Allah, maka ia bagaikan seorang bayi, engkau tak melihat bayi itu memiliki suatu kemampuan, namun segala keperluan si bayi selalu menjadi prioritas utama dari orang2 tua.

Maksud dari menyerahkan pengaturannya kepada Allah, adalah engkau meninggalkan pengaturan dan rancangan2 akalmu sendiri, namun selalu hidup dalam "kekinian" dan spontanitas, mengikuti alur ceritaNYA saja. membuang jauh2 bayangan2 hidup yang menimbulkan "ketakutan2" batiniah, dan mendorong angan2 yang kepanjangan. Bayangan2 itu akan menteror, mendatangkan rasa gelisah dan kekalutan jiwa, bayangan takut miskin, takut dicela, takut kekurangan, takut ini dan itu.

Dalam pengaturan Allah, engkau tak lagi hidup dalam bayangan2 itu, sebab bayangan akan mendorong gelap hati. besok kita fikir besok saja, waktu selalu saat ini saja, dan saat ini apa yg perlu dilakukan, tinggal dilakukan saja.

Hidup yang sejati itu tanpa bayangan2, tanpa angan2, dan tanpa bayangan masa lalu yang mengikuti........ Tidak ada lagi gelap hati dalam hidup yang tiada berbayangan.

Ketika seseorang menyandarkan diri dalam segala sesuatu urusannya kepada Allah, maka Allahlah yang akan mencukupi dan memenuhi segala kebutuhannya, di bawah pengaturanNYA secara langsung. Ketika manusia itu menyadarkan diri kepada pengaturannya pribadi, maka segala beban akan dibebankan kepadanya sendiri, diantara beban2 itu adalah rasa pusing, frustasi dan stress.

Maka serahkanlah segala urusan kepada Allah, jangan mentang2 engkau "kalah" dalam urusanmu baru menyerahkannya kepada Allah, seolah Allah engkau jadikan sandaran akhir, padahal DIA lah sandaran utama.

Kalau ada yang harus pusing dalam urusanku, maka biarlah Allah saja yang pusing, saya enjoy aja, heuheuheu........ lho kok gitu???..... iya, itulah gunanya TUHAN, jadi makhluk itu sebenarnya paling enak, tinggal main serahkan saja sama Allah, beres.......

Orang pada kurang yakin, utk menyerahkan segala urusannya pada Allah, karena merasa was-was, "beneran gak yah Allah bisa diserahi?" itu isi pikiran mereka. Ini karena Allah gak kelihatan mata mereka, dan tindakan2 Allah juga tidak mereka lihat atau rasakan langsung.......

Padahal, siapa saja yang menyerahkan segala urusannya kepada Allah, pasti tidak akan kecewa....... hati aman, tenang, santai, enjoy...... wis enak tenan....... Lagi pula Allah gak bakalan jadi pusing hanya diserahi satu dua orang, bahkan kalau miliayar orang menyerahkan urusannya pada Allah, Allah juga gak bakalan jadi pusing karenanya. ngapain kita yang repot dan ribet, tinggal serahkan saja padaNYA........ heuheuheu......

wis tinggal di pilih di pilih, kamu mau "PUSING TUJUH KELILING", atau mau enjoy saja...... heuheuheu

0 Response to "Hidup Tanpa Bayangan"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel