Tentang Nafsu

Tentang Nafsu

Selasa 20 November 2006
==================
Tentang nafas.....

Nafas itu sederhananya adalah keluar masuknya udara ketubuh. Unsur yang sangat diperlukan tubuh untuk tetap hidup adalah udara O2. Ruh itu maknanya tiupan, itu dari sisi Ketuhanan, dari sisi makhluk malah sebaliknya ruh itu adalah "hisapan", dari udara yang dihisap itulah munculnya ruhani. Udara diperlukan oleh api (panas/nafsu) untuk bisa hidup dan membara. maka dari nafas yg berkolaborasi dgn unsur tanah didalam diri itulah yang membentuk api (nafsu).

Udara itu masuk kedalam tubuh lalu menumpang dalam unsur air (darah), lalu menyebar keseluruh tubuh untuk proses "pembakaran" unsur2 tanah (nutrisi), menghasil unsur api.

dalam ilmu2 kuno ada istilah, nafas, nufus, tanafas dan anfas, kesemuanya hanyalah istilah2 belaka, untuk menggambarkan pergerakan unsur udara didalam tubuh. yang pertama2, nafas itu masuk kedalam hidung, lalu keparu2 untuk dicampur dan menumpang dalam darah, lalu darah dipompa oleh jantung mengalir keseluruh tubuh, ketika mencapai mulut ia diistilahi "nafas" (scr ilmu kuno), ketika mencapai hidung,ia diistilahi nufus, ketika mencapai teling, ia diistilahi tanafas, ketika mencapai mata ia diistilahi anfas.ketika mencapai ubun2 ia diistilahi mi'roj. demikianlah pergerakan dari udara itu menjadi beda2 istilah tergantung mencapai titik mana dalam tubuh. Lalu udara itu kembali keluar tubuh.......

Tetapi tak perlu kandas pada istilah2 belaka, yg penting adalah mengerti maksud dan tujuan sbnarnya.

Sebab mengerti dari nafas itulah timbulnya nafsu, maka hendaknya diperhatikan nafasnya, jika nafas "terkontaminasi", maka ketika mencapai mulut, akan cendrung mulut berkata buruk, ktika mencapai hidung akan cendrung ingin mencium yg buruk, ktika mencapai telinga akan cendrung ingin mendengar yg buruk, ktika mencapai mata akan cendrung ingin melihat yg buruk.....

Maka utk mencegah sgala nafsu2 buruk itulah nafas perlu diperhatikan dan dibentengi dgn dzikir nafas, hu Allah.... hu saat menarik nafas, Allah saat mengeluarkan nafas.....

Tapi perlu diingat bahwa dzikir nafas, hanyalah menggapai 1 sisi unsur saja yaitu unsur angin/udara. harus mengerti dzikirnya 3 unsur yg lain, maka ketahuilah ada unsur tanah, air, dan api, yg semuanya itu malah berasal dari makanan yg kita makan, krnnya saya katakan pd status sblmnya bhw utamanya perjalanan salik itu dalam "faktor makanan" (silahkan dibaca status sebelumnya), dzikir itu malah nomor 2. sbb 3 unsur berasal dari makanan, lbh dominan dibanding satu unsur yg dr udara.

Jika sudah faham hal tersebut, akan mengerti bahwa dzikirnya tubuh itu mesti serentak ke-4 unsur bersama-sama.....
 
Minggu 28 Mei 2014
==============
Banyak yang ketakutan untuk memerangi hawa nafsu, takut kalau tidak punya nafsu lagi. Maka dengarlah, walau engkau hidup dan mati 17 kali, dan selalu memerangi nafsu2mu, maka yang namanya nafsu itu tetap akan mengintaimu dan merongrong. Karena nafsu itu mengikuti nafas2mu, dari nafas itu munculah nafsu, lalu muncullah nafs (jiwa).

Namun demikian, keadaan tidur telah membuktikan dengan nyata tentang kematian nafsu meski dalam keadaan tetap bernafas. Nafas tanpa nafsu, adalah nafas yang teramat segar dan membuat setiap jiwa mengalami "kebugaran" ruhani tatkala bangun dari tidur nyenyaknya.

Adanya kenyataan "nafas tanpa nafsu" itu memungkinkan seseorang utk menutup jalan masuknya nafsu dalam keadaan sadar. dimana tak terdorong dan tergerak kepada sesuatu iming2 nafsu meskipun mata melihat dan telinga mendengar.


Senin 7 April 2014
============
TENTANG NAFSU
Perang melawan hawa nafsu bagi para salik adalah perang yang abadi. Maka mesti mengetahui pembagian-pembagian hawa nafsu:

1. Nafsu yang bersumber dari ruh nabatiah (tetumbuhan)
2. Nafsu yang bersumber dari ruh hewaniah (binatang)
3. Nafsu yang bersumber dari ruh insaniah (manusia)

1. Nafsu yang bersumber dari ruh nabatiah akan menghasilkan dorongan untuk makan dan minum (lawwamah). Nafsu ini berfungsi untuk menjaga kelangsungan kehidupan tubuh. agar dengan makan dan minum tubuh masih tetap lestari. Namun bilamana dikuasai nafsu ini akan menimbulkan kecendrungan seseorang utk suka makan enak2 saja dan tidak mau berlapar2 puasa dsb. Maka kepekaan ruhani akan tumpul bilamana dikuasai nafsu ini.

2. Nafsu yang bersumber dari ruh hewaniah akan menghasilkan nafsu syahwat (sexual), amarah, angkara murka, dominasi terhadap sesuatu/ingin menguasai, tidak mau berbagi, kebrutalan.

3. nafsu yang bersumber dari ruh insaniah akan menghasilkan rasa memiliki (posesif), keakuan (ego), kesukaan bercermin dan menghias diri, ingin dipandang/dihormati org lain, sombong, suka menipu, suka berbohong, merasa lebih dari org lain.

Hawa nafsu itulah musuh abadi yang mesti mampu dikalahkan dengan latihan-latihan. Diantaranya dengan memperbanyak PUASA dan tirakat. Puasa yang dimaksud bukan sekedar menahan lapar dan syahwat, tetapi menahan semua nafsu2 yang ada. Sebab puasa yang sesungguhnya adalah PUSATNYA RASA.

Buat murid2 cinta.... ayo latihan puasa, latihan tirakat, buat pengendalian nafsu, biar cepat naiknya..... Puasa itu pusatnya rasa, nahan dan ngempet banyak hal..... akan cepat sekali naiknya buat tambahan bagi tahapan2 dzikir yang ada....

0 Response to "Tentang Nafsu"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel